- Iseng-isengan manyurat (8i)
Nanging sekare ka Widhi (8a)
Mangapus Bharatayudha (8a)
Ninggarang mamunyi Bali (8i)
Sinampura Dewa Gusti (8i)
Antuk Ida dane ipun (8u)
Mamunggelang punang crita (8a)
Duk Sang Salya Senapati ((8i)
Sampun puput (4u)
Kabiseka jaya-jaya (8a) - Ne mangkin kalungang-lungang
Ortane rauh sujati
Kaatur ring Sang Pandawa
Keweh pangeraas mangkin
Mawinang maminehin
Sang Kresna nyanggra masaur
Ngawijilang pangupaya
Patut pamargine nyilib
Tur kadauh
Yogia Ida Sang Nakula.
Wednesday, October 31, 2012
Pupuh Sinom
Tradisi Megeret Pandan (Tenganan)
Upacara sakral Mageret Pandan dilakukan selama tiga hari. Yakni dua hari lalu di lakukan di Bale Patemon (Balai Pertemuan) Selatan, di Bale Patemon Utara dan di Bale Patemon Tengah. Selain memiliki nilai seni yang tinggi upacara yang rutin dilakukan setiap tahun berdasarkan penanggalan khusus ini juga memiliki makna yang berkaitan dengan Usaba Sambeh didesa tersebut. Selain itu, Mageret Pandan atau Perang Pandan juga menjadi sarana latihan ketangkasan seorang prajurit.Menurut masyarakat Tenganan adalah penganut Agama Hindu namun cenderung menganut aliran Dewa Indra sebagai Dewa Perang. Yang terpenting dalam perang pandan tersebut tidak ada menang kalah. Kalau ada yang sampai terluka akibat goresan pandan akan diobati dengan obat yang telah disediakan yang berasal dari cuka kunir dan isen. Tak heran jika Perang pandan ini menjadi tontonan menarik bagi wisatawan lokal dan mancanegara
Source
Source
Subscribe to:
Posts (Atom)
